Kapan kali terakhir kamu melihat bintang-bintang dengan jelas di langit malam?
--
Sambil mengetik tulisan ini -selain bingung apa yang mau diceritakan-, aku sering menengok ke luar jendela berharap bisa melihat satu titik cahaya kecil di langit dari kamarku. Tapi ternyata nggak ada sama sekali. Bahkan kalau sengaja keluar rumah pun yang nampak hanya bulan, sisanya langit rata berwarna biru-keabuan membosankan.
Berbeda dengan malam sekarang, hari Rabu pekan lalu aku bisa lihat banyak bintang. Aku bukan penyuka bintang atau benda-benda angkasa lainnya, apalagi mempelajari dan tertarik tentang astronomi. Aku juga tidak pernah memandangi langit dan menikmatinya sepanjang malam, tapi aku senang karena hanya bisa sekadar lihat bintang bertaburan. Tidak lebih banyak dari langit malam waktu aku di Pulau Rote tujuh tahun lalu, tapi sudah cukup bagi seorang yang tinggal di perkotaan ini.
Sedang berdiri di taman memandangi langit, aku berkeliling tanpa alas kaki di atas barisan batu yang sudah disusun. Lumayan, refleksi kaki gratis hehe. Malam itu aku dan teman-teman sedang menginap di seminari (tempat menempuh pendidikan bagi calon pastor Katolik Roma) yang ada di Garum, Blitar. Selama dua hari satu malam aku menikmati pengalaman dan suasana baru di sana.
Sekembalinya ke rumah, seperti malam ini dan malam yang sudah-sudah, sulit sekali untuk melihat bintang. Padahal bintang tidak pernah pergi dan selalu ada di langit, dia hanya kalah cahaya dengan matahari di siang hari, dan jika malam hari dengan polusi cahaya dari kehidupan perkotaan.
Satu hal yang bisa dipelajari dari bintang... ia bercahaya makin terang ketika keadaan sekitar justru semakin gelap.

Comments
Post a Comment