Skip to main content

Gemintang

Kapan kali terakhir kamu melihat bintang-bintang dengan jelas di langit malam?

--

Sambil mengetik tulisan ini -selain bingung apa yang mau diceritakan-, aku sering menengok ke luar jendela berharap bisa melihat satu titik cahaya kecil di langit dari kamarku. Tapi ternyata nggak ada sama sekali. Bahkan kalau sengaja keluar rumah pun yang nampak hanya bulan, sisanya langit rata berwarna biru-keabuan membosankan.

Berbeda dengan malam sekarang, hari Rabu pekan lalu aku bisa lihat banyak bintang. Aku bukan penyuka bintang atau benda-benda angkasa lainnya, apalagi mempelajari dan tertarik tentang astronomi. Aku juga tidak pernah memandangi langit dan menikmatinya sepanjang malam, tapi aku senang karena hanya bisa sekadar lihat bintang bertaburan. Tidak lebih banyak dari langit malam waktu aku di Pulau Rote tujuh tahun lalu, tapi sudah cukup bagi seorang yang tinggal di perkotaan ini.

Sedang berdiri di taman memandangi langit, aku berkeliling tanpa alas kaki di atas barisan batu yang sudah disusun. Lumayan, refleksi kaki gratis hehe. Malam itu aku dan teman-teman sedang menginap di seminari (tempat menempuh pendidikan bagi calon pastor Katolik Roma) yang ada di Garum, Blitar. Selama dua hari satu malam aku menikmati pengalaman dan suasana baru di sana.

Aji, aku, Mas Yosef, Siska, Mayu, Intan

Sekembalinya ke rumah, seperti malam ini dan malam yang sudah-sudah, sulit sekali untuk melihat bintang. Padahal bintang tidak pernah pergi dan selalu ada di langit, dia hanya kalah cahaya dengan matahari di siang hari, dan jika malam hari dengan polusi cahaya dari kehidupan perkotaan.

Satu hal yang bisa dipelajari dari bintang... ia bercahaya makin terang ketika keadaan sekitar justru semakin gelap.

Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Resolusi Kecil yang Membutuhkan Komitmen Besar

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah sebuah titik penanda untuk melakukan sesuatu. Aku punya teman yang setahun sekali potong rambut di saat Imlek, mungkin baginya penampilan baru di tahun yang baru bisa membawa keberuntungan yang baru pula. Buang sial, istilahnya.. Beberapa orang yang pernah aku ajak ngobrol pun demikian, "Oke, mulai tahun ini aku akan mengurangi merokok." "Besok 2024 minimal sebulan sekali aku datang ke event cosplay." "Aku mau nabung setengah dari gajiku tiap bulan per Januari." Atau banyak resolusi lain yang mungkin kamu sudah rencanakan untuk tahun ini. Begitupun aku, ada janji-janji yang ingin aku tepati di tahun yang baru ini. Puji Tuhan setidaknya dalam sebulan ini aku bisa mencapainya, dan nggak ada salahnya berbangga akan diri sendiri.  Yang pertama. Satu bulan satu buku. Dari dulu aku tahu kalau membaca itu banyak banget manfaatnya, tapi sulit banget untuk dilakukan. Banyak buku yang nggak habis kubaca karena bosan, terdistrak...