Skip to main content

Berjuanglah


Berjuanglah . .

Fokuslah ke depan

Teruslah melangkah

Hadapi semua



Berjuanglah . .

Meski tampak susah

Meski tampak lelah

Meski tidak semua bekerja



Berjuanglah . .

Kau tak sendiri

Ada aku di sini

Kita bekerja dalam harmoni



Berjuanglah . .

Hanya kau yang bisa diandalkan

Peganglah kepercayaan

Nantinya ‘kan kau dapatkan




Berjuanglah . .

Lakukan bagian kita

Karena engkau tahu

Itu semua tidak sia-sia


Berjuanglah . .

Waktu ini tidak selamanya

Jadilah yang berbeda

Jangan mau jadi rata-rata




Berjuanglah . .

Buatlah goresan indah

Kelak di masa tua

Kau akan merasa bangga

Samuel
09 September 2017

Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Dua Ekor Kebahagiaan

Kebahagiaan bisa datang dari mana saja. Dan setiap orang pasti punya bahagianya masing-masing dengan cara yang berbeda-beda juga. Entah itu datang ke konser band favorit, makan makanan kesukaan, tim sepak bola yang disukai menang atas rival, melakukan hobi, berhasil diet, ngobrol bersama seseorang yang sefrekuensi, kerjaan mencapai target, tidur nyenyak, atau masih banyak lagi. Kebahagiaan tidak bicara tentang seberapa banyak uang yang dikeluarkan, atau bagaimana orang memperlakukan dirimu. Kebahagiaan juga tidak selalu berbicara tentang dirimu, tapi bagaimana kamu juga melakukan untuk orang lain. Sumber kebahagiaan bisa banyak sekali, tapi kalau mau ke Sumber Bahagia aku ikut, mau beli kamera juga he..he..he -- Salah satu kebahagiaan kecil juga datang ke keluargaku, tepatnya akhir 2021 lalu. Siang itu lagi panas-panasnya bulan Oktober, padahal biasanya sudah datang musim hujan. Kebetulan lewat penjual keliling Susu Murni Nasional yang sudah terdengar lagunya sejak di ujung gang rumahk...