Skip to main content

SMP dan SMA

Hello fellas! *sambil dengerin radio online*
Huehehe, lama ngga nulis di sini ya..
Kalo baca post yang lama rasanya aneh banget, tapi ya ga perlu dihapus lah, kan kenangan ;) (meskipun agak alay sih)

Readers.. (widih), sekarang aku udah mau kuliah nih. Di salah satu universitas swasta di Surabaya.
Yaa takut sih kalau denger cerita mas Daniel (kakak sulungku) yang bilang kuliah itu susah (dia farmasi sih), capek, banyak tugas, dan ngga kayak SMA.. tapi ya mau ga mau, siap ga siap, memang udah saatnya aku masuk ke jenjang yang lebih tinggi, aku pilih deh Fakultas Ilmu Komunikasi

Oh ya, kalo kalian baca post'an aku sebelumnya yang "Unforgettable Memory" , itu cerita SMP yang asik banget. Bisa dibilang beda banget waktu di SMA. Jadi gini..

Tiap hari (ngga tiap hari juga sih), selalu main bola di lapangan sekolah. Siang bolongpun rasanya ngga berpengaruh buat kami berhenti. Tapi itu SMP. Kalo SMA? Jangankan tiap hari, kalo ada waktu kosong pun rasanya males buat main. Ya mungkin karena teman SMA tidak "se-maniak" bola kayak teman SMP, ditambah keinginan untuk mempertahankan warna kulit, hehehehe

Yang kedua, kalau SMP rasanya mudah banget akrab sama kakak kelas, seangkatan, dan adek kelas. Mungkin karena sepakbola dan band yang mempersatukan. Dan SMP juga gampang banget untuk cari gebetan, atau pacar. Terhitung udah lima (yang resmi) selama 3 tahun SMP (ini ngga sombong). Kalo SMA? Wah rasanya susah cari temen di luar kelas. Ngga tau kenapa bisa gitu. Dan pacaran di SMA pun cuma sekali, di kelas 11, beda sekolah pula jadi ngga bertahan lama..

Dan yang ketiga ini beda banget sama kayak waktu SMP, yang ga pernah aku lakukan sewaktu di SMP. Pada tau ga? Coba tebak.. apa hayo?
Jangan ditiru ya. Bolos.
Ya, sejatinya (cielah) cowok itu haruslah sesekali bolos. Biar ada cerita gitu. (yang ternyata rayuan temenku tidak ada benarnya sama sekali). Jadi jangan ditiru ya. Memang aku ga bolos dari pagi sampai pulang, tapi ada pelajaran tertentu yang sengaja aku ke perpustakaan untuk menghindari pelajaran yang ga aku suka. Puji Tuhan, kebiasaan buruk itu ga berjalan lama. Ada salah satu teman yang akhirnya berubah, dan dia mengatakan sesuatu yang juga membuat aku sadar. Akhirnya aku coba untuk ga keluar kelas, meskipun harus duduk belakang, bahkan ketiduran, tapi setidaknya bisa ngikutin pelajaran

Satu hal lagi yang berbeda, waktu di SMP kebanyakan masih berpikiran anak-anak, aku pun juga. Tapi di SMA, teman-teman serius untuk menggapai cita-citanya. Secara ngga sadar, aku pun juga perlahan menatap masa depan. Bidang demi bidang, pelajaran demi pelajaran, keterampilan demi keterampilan aku pelajari, dan akhirnya aku suka dan enjoy saat editing video dan bikin desain di laptop. Akhirnya aku pun dipercayai di tim Multimedia di gereja. Aku percaya itu bukan kebetulan, tapi rencana Tuhan

Banyak banget perbedaan semasa SMP dan SMA, tapi cukup itu yang aku ceritakan hehe. Aku sayang teman SMPku, aku juga sayang teman SMAku. Ya, mereka, satu persatu punya andil dalam membentuk aku yang sekarang





udah jam 2.30 pagi nih.. belum ngantuk juga ya. btw, aku nulis blog lagi karena baca salah satu blog teman dari jakarta, asik gitu bacanya. jadinya, pingin deh nulis lagi

Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Resolusi Kecil yang Membutuhkan Komitmen Besar

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah sebuah titik penanda untuk melakukan sesuatu. Aku punya teman yang setahun sekali potong rambut di saat Imlek, mungkin baginya penampilan baru di tahun yang baru bisa membawa keberuntungan yang baru pula. Buang sial, istilahnya.. Beberapa orang yang pernah aku ajak ngobrol pun demikian, "Oke, mulai tahun ini aku akan mengurangi merokok." "Besok 2024 minimal sebulan sekali aku datang ke event cosplay." "Aku mau nabung setengah dari gajiku tiap bulan per Januari." Atau banyak resolusi lain yang mungkin kamu sudah rencanakan untuk tahun ini. Begitupun aku, ada janji-janji yang ingin aku tepati di tahun yang baru ini. Puji Tuhan setidaknya dalam sebulan ini aku bisa mencapainya, dan nggak ada salahnya berbangga akan diri sendiri.  Yang pertama. Satu bulan satu buku. Dari dulu aku tahu kalau membaca itu banyak banget manfaatnya, tapi sulit banget untuk dilakukan. Banyak buku yang nggak habis kubaca karena bosan, terdistrak...