Skip to main content

Scout Camping 2013

Salam pramuka!! Salam

Hahaha
Cerita kali ini tentang kemah pramuka tanggal 18-20 Oktober di Bumi Perkemahan Dlundung, Trawas, Mojokerto

H-4, kami sangga penegak (ternyata yang benar PENEGAS) baru menyiapkan semuanya. Repot sana-sini cari peralatan mulai dari tenda, alas tidur, peralatan sangga sampai barang yang dibawa individu. Membuat ID Card-pun juga sehari sebelum keberangkatan. Di rumah Lanang (Boy) yang dekat sama sekolah, kami disana menyiapkan semuanya sampai larut malam (meskipun aku pulang duluan, hehe)

Tanggal 18, kami saling mengingatkan untuk kumpul dirumah Boy pukul 5, tapi nyatanya 5.30 belum ada yang datang. Setelah semua kumpul, kami berangkat ke sekolah dengan ransel yang berat serta karung berisi peralatan sangga yang harus digotong 5-6 orang (laki) -_-
Untungnya berangkat dari sekolah pukul 7.30, jadi bisa santai sedikit di kantin sekolah. Lalu upacara sebentar, pembagian kendaraan. Gak enaknya, aku-Stefanus-Wisnu (SWS) harus pisah sama rombongan kelasku yang cowok -_- setelah itu semua berangkat menggunakan truk TNI, kelas tercinta berangkat (minus Mery, Meidi, Aldy)

Perjalanan tak sampai 2 jam, kami pun sampai dengan selamat, puji Tuhan. Acara kemah lancar-lancar saja dan asik. Mulai dari mendirikan tenda, apel (sejenis upacara. bukan buah), masak bersama, latihan yel-yel dan performance, jelajah, sampai dengan api unggun. Yang paling istimewa adalah: mandi. Kenapa? Ya karena setiap aku mandi bersama sangga, itu di sungai yang airnya masih pure, fresh, clear. Alami deh pokoknya (y) mandinya pun tidak menyisakan sehelai benangpun (jangan diintip ya :p)
Tidur pun karena kedinginan ada yang saling berpelukan meskipun pakai jaket, kaos kaki, sarung tangan

Selama 3 hari, pinsa (ketua) kami, Reksy, sudah sakit dihari pertama. Alhasil, harus ada yang menggantikan. Tanpa disuruh, Wisnu (yang dikenal nakal) mau untuk jadi pinsa sangga. Dia tanggung jawab, tapi juga asyik diajak bercanda. Akhirnya ada nilai plus yang keluar dari dirinya, wkwk. Dengan pimpinannya, sangga ini jadi juara 2 untuk menjaga amanat (menjaga beras kuning sesuai anggota sangga) tanpa rusak sekalipun, dibanding dengan sangga lain yang pecah, hilang, etc.

Hari ke-2 Stefanus pulang karena ada lomba kartu bridge. Untungnya Aldy juga hari itu datang yang baru selesai lomba basket bersama tim smantig lainnya. Untuk lomba memasak, sangga mempercayakan Vanji untuk memasak pancake. Performance di api unggun yang paling disorot yaitu Habib dan Oliv, mereka bagaikan sepasang kekasih. Anggie, Boy juga sakit menemani Reksy di tenda PMR. Roby kami paksa untuk tetap di tenda, meskipun dia sakit karena anggota semakin menipis. Dan paling giat untuk bekerja adalah Badrul

Tanggal 20, kami semua pulang. Rasa capek ditambah suasana panas menemani sepanjang perjalanan pulang. 
Meskipun ada sedikit "rasa tidak enak" terhadap panitia, kepanasan sewaktu apel, kelaparan karena tidak bisa masak, kedinginan di pagi hari, kecapekan karena jelajah, sampai uangku hilang 100ribu+, tetap mengesankan dan menjadi pengalaman yang cukup asik ;)

*tidak ada foto-foto* 

Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Resolusi Kecil yang Membutuhkan Komitmen Besar

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah sebuah titik penanda untuk melakukan sesuatu. Aku punya teman yang setahun sekali potong rambut di saat Imlek, mungkin baginya penampilan baru di tahun yang baru bisa membawa keberuntungan yang baru pula. Buang sial, istilahnya.. Beberapa orang yang pernah aku ajak ngobrol pun demikian, "Oke, mulai tahun ini aku akan mengurangi merokok." "Besok 2024 minimal sebulan sekali aku datang ke event cosplay." "Aku mau nabung setengah dari gajiku tiap bulan per Januari." Atau banyak resolusi lain yang mungkin kamu sudah rencanakan untuk tahun ini. Begitupun aku, ada janji-janji yang ingin aku tepati di tahun yang baru ini. Puji Tuhan setidaknya dalam sebulan ini aku bisa mencapainya, dan nggak ada salahnya berbangga akan diri sendiri.  Yang pertama. Satu bulan satu buku. Dari dulu aku tahu kalau membaca itu banyak banget manfaatnya, tapi sulit banget untuk dilakukan. Banyak buku yang nggak habis kubaca karena bosan, terdistrak...