Skip to main content

Unforgettable Memory



Hai guys, kita flashback dulu ya masa-masa SMP :') hehe

"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan"
Kalian pasti pernah tau kalimat itu kan??? Tapi mungkin bagi anak muda sekarang lebih diartikan pacaran kemudian putus, tapi aku bahas dalam pengartian lain, haha

3 years ago..
Waktu MOS aku merasa gak nyaman dan gak ada teman disitu #karenaakusendiridariSDku, pingin rasanya pindah sekolah. Tapi ada kak Oktia yang jadi bikin gak sepi selama MOS itu, hehe. Akhirnya MOS selesai, kelas pun dibagi dan aku masuk ke 76. Aku pun akrab langsung sama Anggi dan Satrio, kami pun membentuk kelompok "JOS" saat masih cupu-cupunya -_- wkwk. Satu tahun berlalu, dan disayangkan karena ada satu teman kami harus pindah ke Jawa Barat, Mutia namanya. Aku lumayan akrab sama dia, dia pun ngasih kenang-kenangan, hehehe :)
1 tahun terlewati dan waktunya kenaikan kelas. Ternyata teman-teman mayoritas sama semua, hanya Agnes, Aldy, Yudha yang harus pindah ke 85 serta ada beberapa tambahan anak baru di kelasku. Di kelas 8 ini sudah mulai bersantai-santai, juga sudah agak "nakal" haha. Agak lupa memori di kelas 8 ini kayak gimana, yang penting waktu pensi Aku-Mirza-Anggi-Hanifa tampil dengan lagu "Leaving On A Jetplane" yang diaransemen sedikit reggae pada akhir lagu, hahaha.

Tak disadari, akhirnya harus naik kelas 9. Waktu berlalu begitu cepat, prestasi untuk sekolahpun gak pernah aku beri, iri rasanya lihat anak drumband, silat, PMR yang sering bikin sekolah bangga. Ikut lomba musik yang diajar bu Yuni pun tidak menghasilkan juara. :(
Tapi ada satu ibu guru yang memberi pesan "Nggak usah sedih kalau sekarang belum bisa kasih apa-apa ke sekolah, asalkan kedepannya saat kamu main-main kesini buat adik-adik kelasmu ini bangga punya pendahulu kayak kamu." :')

Di kelas 9 pun kelasnya juga tidak berubah. Kami semakin kompak satu sama lain, meskipun kadang saat diskusi ada perpecahan, tapi itu hanya sementara. Layaknya anak kecil yang hari ini bertengkar terus besok akrab lagi :D
Sering main futsal sama kelas 93, 94. Rasanya sudah kayak saudara, akrab, hehe
Januari seluruh kelas 9 dibawa ke Bali untuk perpisahan serta ada tugas. Di perjalanan naik bus, bersama Bagus-Anggi di paling belakang kami asik sendiri, sampai juga tidur di pelukan Bagus, wkwk. Malam harinya waktu semua tidur, kami bertiga juga nyetel lagu One More Night by Maroon5 sambil berdisco :D



Itu salah satu memori di Bali :) dan 3 bulan setelah itu, kelas 9 akan menghadapi Ujian Nasional
Khawatir, deg-deg'an, pesimis, takut itu pasti muncul dari diri. Tapi teman dan guru juga menguatkan di sekolah, semuanya juga meminta doa orang tua dan meminta pertolongan Tuhan. Singkat cerita, SMP 5 lulus 100%. Bahagia sudah jelas terlihat dari twitter, facebook, BBM. Tapi juga sedikit sedih, karena mungkin tidak bisa lagi satu kelas dengan teman yang kompak saat SMA nanti.

Graduatiooonnn!! Saat hari itu, semua guru, semua teman makin ganteng + cantik-cantik. Wkwk
Yang laki pakai setelan jas+dasi, yang perempuan pakai kebaya. Perasaan sedih pun juga terlihat dari guru-guru. Seru pokoknya, wkwk

 bersama Angga yang akhirnya juga satu sekolah di SMA


Pingin nanti setelah sukses semua, ada reuni dan semua bisa kumpul :D hehehe.
Ciao




Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Resolusi Kecil yang Membutuhkan Komitmen Besar

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah sebuah titik penanda untuk melakukan sesuatu. Aku punya teman yang setahun sekali potong rambut di saat Imlek, mungkin baginya penampilan baru di tahun yang baru bisa membawa keberuntungan yang baru pula. Buang sial, istilahnya.. Beberapa orang yang pernah aku ajak ngobrol pun demikian, "Oke, mulai tahun ini aku akan mengurangi merokok." "Besok 2024 minimal sebulan sekali aku datang ke event cosplay." "Aku mau nabung setengah dari gajiku tiap bulan per Januari." Atau banyak resolusi lain yang mungkin kamu sudah rencanakan untuk tahun ini. Begitupun aku, ada janji-janji yang ingin aku tepati di tahun yang baru ini. Puji Tuhan setidaknya dalam sebulan ini aku bisa mencapainya, dan nggak ada salahnya berbangga akan diri sendiri.  Yang pertama. Satu bulan satu buku. Dari dulu aku tahu kalau membaca itu banyak banget manfaatnya, tapi sulit banget untuk dilakukan. Banyak buku yang nggak habis kubaca karena bosan, terdistrak...