Skip to main content

Music

Kalau ada yang bilang "musik itu adalah bagian dari hidup" atau "dengan musik kita bisa tenang" dan lain-lain itu emang betul. Karena aku sendiri juga mengalami, tiap hari aku selalu dengerin musik dan genrenya berubah-ubah entah itu dalam negeri maupun luar. Ada lagu korea yang beberapa diantaranya buat aku suka karena enak didengar meskipun bahasanya aku juga nggak tau hehe. Jenis musik yang aku kurang bisa menerima sampai sekarang itu hardcore dan semacamnya, karena nggak cocok, tapi setiap orang berbeda ya tergantung kesukaan :)

Selain dengerin musik, aku juga bisa memainkan beberapa alat musik. Dengan main musik, menurutku kita bisa lebih terbawa suasana lagu tersebut, misalnya lagu talking to the moon-bruno mars, aku bisa main lewat piano dan lebih terhanyut sambil menyanyikan lagu itu. Dan beruntungnya, sekelilingku banyak orang hebat yang bisa main musik juga, contohnya keluargaku. Papi membentuk kami bertiga dari kecil untuk bisa main musik sampai dirumah pun lengkap dengan keyboard, guitar, bass dan drum. Kadang kami jam session di waktu kosong dan pernah main band untuk acara 17 Agustus di gang kami tinggal, main di gereja bersama, dan paling jauh kami pernah ke Mojokerto untuk acara musik disana dan pastinya mami yang nyanyi

Saudara dari mami sering mengajak untuk karaoke. Pakde-bude-om-tante pastinya lebih sering nyanyi lagu lama semacam firehouse, bon jovi, roxette. Dari situ juga referensi lagu yang aku kenal semakin banyak. Aku belajar banyak dari musik, dan dengan musik itu juga bisa membuat hubungan dengan teman makin erat. Main gitar sambil nyanyi bersama teman sekelas itu memiliki kebanggaan tersendiri bisa menghibur mereka dan diri sendiri :)

Aku paling kagum sama perempuan yang bisa main piano. Di kelas, ada retno yang pernah buat aku kagum waktu dia main kiss the rain saat ujian praktik bahasa indonesia. Aku yang pertama kali dengar, langsung melamun sambil liat dia main hehe dan itu jadi penyemangat selama menghadapi ujian selanjutnya :D. Ada juga margaretta (ex) yang ingin jadi pianis, pernah dia main banyak lagu lewat telpon atau kirim voice note, aku nyaman setiap dengar jarinya bermain diatas tuts piano. Dan sekarang aku lagi deket sama theresia, dia bilang alat musik yang dikuasai itu piano. Pasti keren jika dia main meski aku belum pernah dengar :)

“One good thing about music, when it hits you, you feel no pain.”-Bob Marley
“If I were not a physicist, I would probably be a musician. I often think in music. I live my daydreams in music. I see my life in terms of music.”-Albert Einstein
“Music doesn't lie. If there is something to be changed in this world, then it can only happen through music.” -Jimi Hendrix

Comments

Popular posts from this blog

Pdt. Abraham Alex Tanuseputra

Yaaapp! Kalian tau siapa foto opa diatas? Beliau adalah Abraham Alex Tanuseputra. Gembala senior gereja Bethany. Aku cuma mau membagi ke pembaca tentang kerja kerasnya dari nol sampai sekarang ini ;) "Dulu, dulu banget, Pak Alex bergereja di Pacet. Sejak dari muda semangatnya ke Tuhan sudah tinggi. Sering pelayanan sama saya, tapi saya di GKJW daerah sana, nggak satu gereja sama dia. Sampai akhirnya, saya harus pindah rumah karena mengikut suami saya yang sebagai camat yang ditugaskan pindah daerah. Semenjak itu juga Pak Alex pindah ke Manyar Sindaru, Surabaya. Jadi jarang ketemu. Sampai akhirnya terbentuklah Gereja Bethany Manyar. Awal terbentuknya gereja itu dari persekutuan di bagasi rumah, sampai akhirnya berkembang, berkembang, dan berkembang lalu terbentuklah gereja tersebut. (foto gedung dari depan tidak ada) Belum lama setelah itu, Pak Alex bermimpi membangun gereja yang lebih besar lagi, Banyak orang yang meragukan, tetapi dia tetap percaya aja ...

Back to Reality

Jam di handphoneku menunjukkan pukul 21.43, itu berarti sudah 15 menit aku menunggu di Indomaret. Di tempat ini menjadi lokasi penjemputan ketika pacarku, Intan, balik ke Surabaya setelah pulang dari kota asalnya Malang menaiki bis. "Tumben kok lama," dalam hatiku. Padahal, sepanjang perjalanan, aku tidak ngebut dan bahkan mengendarai motorku dengan santai berharap supaya bisa datang bersamaan, atau paling tidak waktunya berdekatan. "Ini masih macet di Medaeng ya, Sayang," sebuah notif chat WhatsApp muncul di layar handphoneku. Aku langsung membuka Google Maps dan mencari tahu jarak kedua titik ini. Sudah dekat, cuma berjarak tiga sampai empat menit. "Iya aku tunggu, Sayang," balasku sambil mendongak ke atas melihat langit hanya berharap supaya tidak hujan seperti di rumah saat berangkat tadi. Sambil menunggu Intan, aku memandangi sekeliling. Tidak seperti biasanya, kali ini ramai sekali orang yang menunggu di sini. Banyak yang sudah menunggu jemputan baik...

Resolusi Kecil yang Membutuhkan Komitmen Besar

Bagi sebagian orang, tahun baru adalah sebuah titik penanda untuk melakukan sesuatu. Aku punya teman yang setahun sekali potong rambut di saat Imlek, mungkin baginya penampilan baru di tahun yang baru bisa membawa keberuntungan yang baru pula. Buang sial, istilahnya.. Beberapa orang yang pernah aku ajak ngobrol pun demikian, "Oke, mulai tahun ini aku akan mengurangi merokok." "Besok 2024 minimal sebulan sekali aku datang ke event cosplay." "Aku mau nabung setengah dari gajiku tiap bulan per Januari." Atau banyak resolusi lain yang mungkin kamu sudah rencanakan untuk tahun ini. Begitupun aku, ada janji-janji yang ingin aku tepati di tahun yang baru ini. Puji Tuhan setidaknya dalam sebulan ini aku bisa mencapainya, dan nggak ada salahnya berbangga akan diri sendiri.  Yang pertama. Satu bulan satu buku. Dari dulu aku tahu kalau membaca itu banyak banget manfaatnya, tapi sulit banget untuk dilakukan. Banyak buku yang nggak habis kubaca karena bosan, terdistrak...